Sumbawa Besar, nuansantb.com- Aksi mengecam tindakan sekelompok orang yang menamakan diri Gerakan Anti Radikalisme Institut Teknologi Bandung (GAR—ITB) yang telah menuding Prof. Dr. H. Din Syamsuddin MA, radikal terus disuarakan oleh para tokoh maupun aktivis dari berbagai organisasi di seluruh Indonesia termasuk di Kabupaten Sumbawa.
Ratusan perwakilan tokoh Sumbawa yang tergabung dalam Forum Sumbawa Menggugat (FSM) mendatangi Kantor Bupati Sumbawa untuk menyuarakan dan mengecam tindakan yang dilakukan GAR-ITB terhadap Tokoh Nasional dan Internasional kebanggaan Sumbawa.
Kedua, meminta presiden menjaga kondusifitas Negara dengan menjaga marwah para tokoh agama termasuk Prof. Dr. HM Din Syamsuddin, MA,. Ketiga, meminta Kapolri untuk menindaklanjuti laporan Sumbawa Menggugat terhadap GAR-ITB yang telah menfitnah dan mencemarkan nama baik Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin MA.
Keempat, meminta DPRD Kabupaten Sumbawa selaku lembaga perwakilan masyarakat Sumbawa untuk mengajukan surat permohonan kepada KASN, Menkominfo, dan Menteri Agama untuk tidak memproses aduan GAR-ITB atas tuduhan radikal dan pelanggaran disiplin ASN kepada Prof. Dr. HM. Din Syamsuddin MA.
Untuk itu Ia mendesak Wakil Bupati untuk memastikan bahwa suara rakyat Sumbawa sampai kepada Presiden Jokowi. Berharap presiden sebagai bapak bangsa untuk benar-benar arif melihat persoalan di Republik ini. “Kritikan yang muncul dari siapa saja tokoh agama dan tokoh lainnya, jangan lantas dicap radikal. Kritik bagi sesuatu untuk kepentingan bangsa adalah keniscayaan dan harus ada agar seorang pemimpin tidak keliru dalam menjalankan amanah.
Sementara itu tokoh muda Sumbawa Ahmad Fahri SH,. menyatakan bahwa karakter orang Sumbawa tidak pernah diam, selalu berteriak bila melihat ketidakadilan maupun menyaksikan ketimpangan dan kebathilan. Apa yang dilakukan oleh GAR-ITB sangatlah aneh dan kontraproduktif sebab mereka menganggap diri kumpulan orang-orang cerdas dengan tingkat pendidikan yang luar biasa namun alergi dengan sikap kritis untuk kebaikan. Ini sangat ironi bagi kehidupan berbangsa dan bernegara. Untuk itu kita menolak dan melawan labelisasi radikal yang disematkan kepada Prof Din Syamsuddin dan ini adalah fitnah keji yang harus disikapi dengan melaporkan orang-orang yang menamakan diri GAR-ITB tersebut kepada pihak yang berwajib.
Sebagai penutup orasi, Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumbawa, Ubaidullah S.Pd., M.Pd menyatakan Prof Din Syamsuddin banyak berkonstribusi positif bagi bangsa ini. Kepada dunia, Prof Din menawarkan konsep Islam sebagai agama yang rahmatallil’alamin sehingga dilabelkan sebagai tokoh perdamaian dunia. Ketika ada sekelompok orang yang menuding Prof Din sebagai tokoh radikal, itu sama dengan merusak kerukunan umat yang hidup damai. Selain itu merusak kebhinekaan Indonesia sebagai negara berkemajemukan dan berkeadaban.
Menyikapi aksi dan orasi para tokoh ini, Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah berjanji akan melanjutkan tuntutan Forum Sumbawa Menggugat kepada Presiden. Ia berharap massa aksi tetap menjaga marwah Tau dan Tana Samawa yaitu adat barenti ko sara, sara barenti ko kitabullah. Takit ko nene, kangila boat lenge. “Paling penting lagi, tetap menerapkan protocol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid,” pungkasnya, sembari menerima pernyataan sikap dari Ketua FSM didampingi Prof Dr Syaifuddin Iskandar M.Pd (Mantan Rektor UNSA), Chairul Hudaya Ph.D (Rektor UTS), Dr. Iwan Jazadi (Rektor Universitas Paracendikia), Ketua Lintas Etnis, dan tokoh lainnya.
Usai berorasi dan menyatakan sikap di kantor Bupati Sumbawa, Para Tokoh yang tergabung dalam Forum Sumbawa Menggugat berlanjut menuju Mapolres Sumbawa guna melaporkan GAR-ITB dengan tuntutan pencemaran nama baik Prof. Dr. Din Syamsuddin MA. (Nuansa)
