Diseminasi Hasil Monev ANBK di NTB

oleh -341 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com-Monitoring dan evaluasi (Monev) terhadap pelaksanaan Asesmen Nasional Berbasis Kompetensi (ANBK) di lapangan sudah dilakukan oleh LPMP NTB bersama INOVASI NTB. Monev juga membandingkan pelaksanaan ANBK dengan Ujian Nasional (UN) selama ini serta penggunaan modul literasi dan numerasi jenjang pendidikan dasar kurikulum khusus.

Diseminasi atas hasil monev tersebut digelar pertemuan yang dilaksanakan secara virtual diikuti oleh 83 pemangku kepentingan dibidang pendidikan pada Senin (21/02/2022) pukul 09.00 sampai 13.00 WITA.

Dalam sambutannya, Ketua LPMP NTB Suka menyampaikan monitoring dan evaluasi ANBK dilakukan dalam rangka memfasilitasi siswa, orang tua, dan guru dalam melaksanakan pembelajaran di masa pandemi.

Selain itu, ia mengatakan bahwa Kementrian Pendidikan, kebudayaan, riset dan teknologi (Kemendikbudristek) telah mengembangkan media pembelajaran literasi dan numerasi jenjang pendidikan dasar. Modul ini telah didistribusikan dan diujicobakan diberbagai daerah termasuk di Nusa Tenggara Barat (NTB).

“Terima kasih atas dukungan dari INOVASI NTB,” katanya.

Sementara itu, kepala pusat asesmen pendidikan BSKAP Dr. Asrijanti, menyampaikan secara umum pelaksanaan ANBK berjalan lancar dan pertama kali diadakan untuk jenjang SD secara online. Ia menyebutkan, hasil ANBK akan diluncurkan oleh mas Menteri Nadiem pada akhir Maret 2022 sebagai rapot performa pendidikan nasional. Lebih jauh hasilnya akan digunakan sebagai bahan menyusun peningkatan kebijakan pendidikan akademik dan karakter.

Dijelaskan, pelaksanaan ANBK akan dilakukan setiap tahun awal September untuk SMK (2 gelombang), SMA/SMP (2 gelombang) dan SD dalam 4 gelombang sesuai hasil evaluasi pada tahun 2021.

Direktur Pendidikan SD dilingkup Dirjen Paud, pendidikan dasar dan menengah Sri Wahyuningsih, MPd,. menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah melakukan kolaborasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan.

Menurutnya, kurikulum khusus disiapkan agar guru dapat menyiapkan sistem pembelajaran yang bermakna kepada anak didiknya.

“Terima kasih dukungan INOVASI dan DFAT sehingga anak-anak memperoleh pembelajaran yang berkualitas di tengah ancaman learning loss Akibat pandemi Covid 19,” katanya.

Menurutnya, turunan kurikulum khusus telah menghasilkan modul belajar mandiri. “Orangtua juga perlu waktu beradaptasi dalam proses pendampingan belajar anak,” ia juga menyebutkan proses penilaian di masa pandemi adalah tantangan tersendiri bagi guru terima pada pembelajaran literasi, numerasi dan pendidikan karakter.

Peluncuran hasil ANBK nanti sambungnya akan menjadi performa pendidikan bukan hasil belajar anak ataupun orangtua. “Hasil ANBK dapat diakses melalui laman belajar.id tentu tujuan nya untuk mempermudah satuan pendidikan mengakses layanan pendidikan,” ujarnya.

Dari hasil Monev dipaparkan oleh Dikbud Kabupaten Lombok Timur Nirwana Puspasari mengatakan telah monitoring bersama dengan Kemenag dan INOVASI, dari hasil Monev tersebut sambungnya terjadi peningkatan kemampuan numerasi siswa dan terciptanya kelas yang literat.

“Guru semakin kreatif dalam pembelajaran karena menggunakan media modul dan buku bacaan sehingga anak lebih cepat mengerti kaitan dengan kemampuan literasi dan numerasi,” ujarnya.

Diskusi berlangsung alot dan hangat dengan rekomendasi kebijakan yang sekiranya dapat diikuti oleh kabupaten/kota yang ada di NTB. (Nuansa/S)