Mudahkan Pengunjung, Dikbud Sumbawa Pasang QR Code di Situs Cagar Budaya

oleh -253 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Dalam rangka memberikan informasi dan kemudahan kepada masyarakat terkait Situs Cagar Budaya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa melalui Bidang Kebudayaan Kabupaten Sumbawa memasang Sistem QR Code di setiap Situs Cagar Budaya.

Kepala Bidang Kebudayaan Dikbud Sumbawa, Sutan Syahril, S.Sos,. dalam keterangannya kepada media ini, Senin (13/03/2023) mengakatan, guna memudahkan para pengunjung dalam memahami benda-benda yang ada di Musium Sumbawa, Dikbud Sumbawa mulai memasang QR Code di setiap koleksi.

“Dalam Rangka pemberian informasi kepada masyarakat dan ini juga untuk mengatasi kekurangan pemandu di lima Situs Cagar Budaya, bidang Kebudayaan melalui Dana Indonesiana telah memasang QR Code di setiap koleksi yang ada di Situs Cagar Budaya,” ujar Syahril.

Lanjutnya, dari lima Situs Cagar Budaya yang terpasang QR Code tahun ini adalah UPT. Museum Daerah Kabupaten Sumbawa, Istana Dalam Loka, Istana Bala Putih, Istana Bala Kuning, dan Bala Datu Ranga.

Rencananya kata Syahril, dari pemasangan QR Code ini terlebih dahulu akan di uji coba selama dua bulan untuk melihat respon masyarakat, setelahnya baru di resmikan.

Langkah ini ungkap Syahril, selain mengikuti perkembangan zaman Milenial agar bisa diterima dan dicintai oleh generasi Milenial zaman sekarang, juga untuk meningkatkan daya tarik masyarakat secara luas agar mau berkunjung ke Situs Cagar Budaya.

Sementara itu Shinta Esabella, S.T, M.TI,. penerima Hibah Dana Indonesiana Katagori Penciptaan Karya Kreatif Inovatif 2022 pada kesempatan tersebut mengatakan, Alhamdulillah hari ini bisa dilakukan pemasangan aplikasi media literasi yang di danai oleh dana Indonesiana tahun 2022.

Minggu depan ungkap Shinta, akan kembali dilakukan pengecekan aplikasi. Bila tidak ada halangan dan lainnya, InsyaAllah nanti akan di Launching pada bulan Mei tepat di hari Pendidikan.

“Semoga dengan Penggunaan media literasi berbabis android tersebut, nantinya bisa memperkenalkan kebudayaan Sumbawa kepada penyandang disabilitas netra. Aplikasi ini juga sifatnya inklusif karena bisa di gunakan oleh teman – teman yang normal juga,” pungkas Shinta Esabella. (Nuansa/*)