Setelah Desa Lito, Ketua Ansori Turun Langsung Bantu Warga Berang Rea

oleh -257 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Kepedulian Ketua DPC Partai Gerindra Sumbawa, Drs Mohamad Ansori patut ditiru dan diacungi jempol. Kesigapannya dalam membantu warga yang terkena musibah di Kabupaten Sumbawa sudah tidak diragukan lagi.

Telah banyak bukti tentang kinerja seorang Mohamad Ansori yang patut terus di support tersebar diberbagai media baik lokal maupun nasional.

Kesigapannya tidak hanya dengan memerintahkan orang lain bahkan langsung terjun sendiri ke lokasi bencana dan ini terlihat dan terekspos oleh beberapa media termasuk media ini.

Setelah mendatangi secara langsung korban banjir bandang di Desa Lito pada hari Kamis 6 April 2023, hari ini, Jum’at (07/04) Mohamad Ansori yang juga Wakil Ketua 1 DPRD Sumbawa kembali turun langsung mendatangi warga korban banjir di Desa Berang Rea.

“Alhamdulillah, hari ini kami bersama DPC Gerindra sumbawa berkesempatan turun langsung menemui warga korban banjir di Desa Berang Rea setelah kemarin ke Desa Lito. Kedatangan kami sekaligus menyerahkan bantuan sembako kepada sahabat kita yang terkena musibah,” ujar Ansori kepada media ini, Jum’at (07/04/2023).

Lanjut Ansori, kehadiran kami ditengah warga Desa Berang Rea yang terkena musibah banjir ini adalah untuk memberikan support agar semua tetap semangat dan tidak berputus asa dari Rahmat Allah serta dapat menyadari bahwa musibah tersebut adalah ujian sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga alam dan lingkungan.

“Mari kita sama-sama menyadari bahwa semua yang terjadi adalah ujian dari Allah SWT dan berusaha secara bersama-sama untuk menjaga alam kita, menjaga hutan kita yang menjadi penopang banjir,” Ajak Ansori kepada semua masyarakat Sumbawa.

Doakan kami agar tetap sehat dan selalu bisa lebih baik lagi dalam berbuat yang terbaik untuk masyarakat kabupaten sumbawa, ungkap Calon Bupati Sumbawa 2024 ini.

Untuk diketahui, curah hujan yang terjadi hari Selasa 04 April 2023 lalu dari pukul 14.00 hingga 18.00 WITA menyebabkan 3 unit rumah di Desa Berang Rea hanyut, 8 rusak berat, dan satu unit mesin pabrik penggilingan padi hanyut dan 21 orang mengungsi. Kerugian ditaksir sekitar Rp 300 juta. (Nuansa/SI)