Pemerintahan Mo-Novi Belum ada Hasil ? FGD UNSA Menjawab Keresahan

oleh -257 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Gelisah dengan Kepemimpinan Mo-Novi, Universitas Samawa (UNSA) Kabupaten Sumbawa menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Mewujudkan Legacy Monumental Pemerintah Kabupaten Sumbawa Tahun 2024”, Sabtu (08/04/2023).

FGD yang digagas oleh Kampus UNSA dan dimoderatori Heri Kurniawansyah HS, SAP., MPA., ini menghadirkan secara langsung Bupati Sumbawa, Drs H Mahmud Abdullah, Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq.

Turut hadir Kepala DPKAD Sumbawa, Didi Hermansyah, SE,. Kepala BAPPENDA Sumbawa, ES. Adi Nusantara H, S.Sos,. MT,. dari Akademisi UNSA, Anggota DPRD Sumbawa, OKP, Masyarakat dan Mahasiswa.

Rektor UNSA, Prof. Dr. Syaifuddin Iskandar M.Pd dalam sambutannya mengatakan, bahwa tujuan digelarnya FGD ini berangkat dari kegelisahan dan hasil kepemimpinan Drs. H. Mahmud Abdullah-Hj. Dewi Noviany S.Pd., M.Pd (Mo-Novi) yang telah berjalan beberapa tahun.

Menurut Prof Ude, sapaan akrabnya, UNSA memandang kepemimpinan Mo-Novi memiliki plus minus, dengan beragam kritikan yang dinilainya konstruktif. Bahkan ada yang lebih ektrim yang menilai pemerintahan Mo-Novi tidak ada hasilnya.

Selain itu ada juga membandingkan pemerintahan terdahulu lebih baik dari kepemimpinan saat ini. Tentunya Mo-Novi harus menerima semua ini dengan legowo.

Prof Ude memandang, wajar ada kritikan, dan kritikan ini bisa muncul karena memang sebagian masyarakat mungkin belum mengetahui progres dari hasil kerja pemerintahan sekarang.

Meskipun setiap momen hari-hari besar, termasuk HUT Sumbawa dan HUT Kemerdekaan, Mo-Novi selalu membeberkan hasil kerjanya baik yang bersifat fisik maupun non fisik.

“Ini artinya masyarakat banyak yang belum mengetahui sehingga perlu dilakukan sosialisasi secara massif menggunakan perangkat camat dan kades,” saran Rektor UNSA.

Secara umum lanjut Prof Ude, masyarakat menilai keberhasilan seorang pemimpin ketika meninggalkan hal yang bersifat monumental, seperti puskesmas, rumah sakit dan lainnya. Dalam teori kepemimpinan, bahwa pemimpinan yang sukses ketika meninggalkan legacy untuk rakyat.

“Ada semacam legacy atau warisan yang akan ditinggalkan pasca kepemimpinan yang akan dikenang oleh masyarakat sepanjang masa. Jadi, semua kepala OPD harus dipecut dan dipacu, apa legacynya dalam mendukung mewujudkan program yang dicanangkan Mo-Novi, agar tidak ada yang tercecer atau tidak terlaksana, harus diwujudkan,” ujarnya.

Karena itu melalui pertemuan (FGD) yang digagas UNSA ini, Prof Ude berharap ada sumbang pikiran, ide ataupun gagasan bagaimana mencari bentuk atau wujud legacy kepemimpinan Mo-Novi ketika tidak lagi memimpin.

Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah pada kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih atas digelarnya FGD oleh Universitas Samawa (UNSA).

Menurut Bupati Haji Mo’ sapaan akrabnya, legacy yang monumental tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga non fisik atau yang bersifat kasat mata dan berdampak panjang.

Legacy pemerintah Mo-Novi juga bisa seperti, Pendidikan Karakter sejak usia dini yang sudah diinisiasi dengan Peraturan Bupati No. 33 Tahun 2021, yang tujuan akhirnya menciptakan sumber daya manusia yang berkarakter di masa depan, selain mencerdaskan kehidupan bangsa.

Selain itu kata Bupati, beberapa prestasi yang cukup membanggakan terukir di masa 2 tahun perjalanan kepemimpinan Mo-Novi. Antara lain menjadi kabupaten dengan pencapaian WTP 10 kali berturut-turut, Kabupaten Layak Anak, Anugerah Meritokrasi ASN dari Komisi ASN dan lainnya.

“Prestasi-prestasi tersebut tidak mesti membuat pemerintahan ini berpuas diri, melainkan menjadi pelecut semangat untuk semakin memberikan kinerja pelayanan terbaik bagi Tau dan Tana Samawa,” ungkap Bupati.

Sementara menurut Kepala BAPPEDA Sumbawa, ES. Adi Nusantara H, S.Sos,. MT,. Pemerintahan Mo-Novi saat ini masih berjalan dan akan ada banyak proyek atau karya yang akan dikerjakan di ujung pemerintah ini yang bisa menjadi legacy monumental.

“Karya yang bisa menjadi legacy pemerintahan sekarang diantaranya seperti pembangunan Pelabuhan Tanjung Santong, IPLT Raberas, SPAM Ai Ngelar, Pembangunan ruas jalan Lenangguar-Teladan sepanjang 9 KM, ruas jalan Teladan-Kelawis 26 KM, ruas jalan Tepal-Baturotok 11 KM yang saat ini sedang dikerjakan, pembangunan jalan dan jembatan Samota serta Pengembangan Kawasan Pantai Gelora,” jelas Adi.

Semua paparan tersebut kata Adi, sudah jelas dalam program jangka panjang Pemerintah Mo-Novi yang dapat dituntaskan hingga masa jabatannya 2024 mendatang dan masih ada waktu untuk menuntaskan.

Kepala BKAD Sumbawa, Didi Hermansyah, SE,. menyampaikan terkait legacy menumental pemerintahan saat apakah bisa terwujud ? Dari sisi anggaran dirinya mengaku akan tetap mengupayakan.

“Kami di BKAD akan tetap mensupport program pemerintah dan mengupayakan dari sisi anggaran,” ujar Didi.

Sementara Ketua DPRD Sumbawa, Abdul Rafiq, melihat, capaian luar biasa pemerintah Mo-Novi dan akan menjadi legacy ada di bidang kesehatan, yakni Universal Health Coverage (UHC).

Menurut Ketua DPC PDI-P Sumbawa ini, UHC merupakan program yang sangat luar biasa hasil pemerintah saat ini sebab dari 10 kabupaten/kota di NTB tidak semua daerah mampu mendapatkannya dan program ini tinggal dimasifkan sosialisasinya.

“Kabupaten Sumbawa ini telah sukses dalam memberikan jaminan bagi seluruh warganya dalam mengakses layanan kesehatan sebab dari 519.564 ribu jiwa penduduk sumbawa, ada sebanyak 506.104 ribu jiwa yang telah terdaftar sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) atau sebesar 97,41 persen dan ini legacy monumental bagi Mo-Novi,” ungkap Rafiq.

Untuk DPRD kata Rafiq, selama program untuk kepentingan masyarakat banyak, maka tidak ada alasan DPRD menolak.

“Intinya apa program yang akan menjadi prioritas, DPRD akan sangat mendukung selama itu untuk kepentingan masyarakat,” terang Rafiq.

Sementara menurut Anggota DPRD Sumbawa Muhammad Yamin, M.Si,. Legacy monumental pemerintah saat sudah ada, dan jelas terlihat, salah satunya MXGP.

“MXGP adalah warisan yang akan ditinggalkan oleh Mo-Novi dan itu nyata adanya,” pungkas Politisi yang juga Ketua DPC Hanura Sumbawa ini. (Nuansa)