Beredar Vidio dan Foto Bayi Lecet, Ini Penjelasan Dr Nieta Direktur RSUD Sumbawa

oleh -278 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Beredar Vidio dan foto bayi yang wajahnya lecet dari postingan penguna akun Facebook (FB) Anna Lee, dengan judul ” Share Sebanyak banyaknya sampai mendapat keadilan donk”.

Dimana dalam akun tersebut kurang lebih memaparkan kronologinya, Bayi ini lahir tanggal 28 juni 2023 di Rumah sakit umum secara normal, Kembar tapi yang selamat hanya 1, lantas bayi ini harus dirawat di ruang bayi untuk menstabilkan kondisi nya, orang tua diperbolehkan pulang tapi tetap harus rutin kontrol bayi ke Rs.

Sampailah hari ini tanggal 30, pihak RS menelpon orang tua bayi agar datang ke rumah sakit untuk melihat keadaan bayi tanpa diberitahukan bahwa muka bayi sudah kondisi seperti ini karena ditanggal 29 bayi ini masih baik2 saja dan sesampainya di RS kaget donk muka bayi sudah seperti di foto dan perawat di ruangan bayi hanya mau menjelaskan kepada orang tua bayi yg notabene nya gak tau apa2 karena dari desa.

Ketika kita keluarga yg di kota ingin mendengar penjelasannya langsung perawat berdalih tidak bisa menjelaskan selain kepada orang tua, karena mereka tau ayah bayi ini gak ngerti apa2. Tanda tangan ya tanda tangan saja.

Tolong donk yang sekira nya bisa menjembatani kasus kelalaian perawat RS umum yg sudah berkali2 terjadi mohon bantuannya, kita butuh penjelasan sedetail2nya.

Terkait hal tersebut, Dirut RSUD Sumbawa, Dr. Hj. Nieta Ariyani kepada NuansaNTB, Jum’at (30/06/2023) menjelaskan bahwa kondisi bayi tersebut bukan karena kelalaian petugas melainkan akibat pemasangan alat bantu pernapasan.

“Memang itu efek pemasangan alat, bukan hanya bayi yang kulitnya masih halus dan tipis saja. Hal tersebut bisa juga pada pasien perawatan lama di ruang intensif dengan pemasangan alat bantu nafas juga bisa lecet,” jelas Dr Nieta.

Sebelumnya lanjut Dr Nieta, saya selaku Direktur RSUD juga sudah mengecek dan komunikasi secara langsung dengan petugas dan kepala ruangan.

“Jadi sebelum pemasangan alat atau tindakan pada pasien maka Dokter Penanggung Jawab (DPJP) harus memberikan informasi dan menjelaskan kepada orang tua bayi atau keluarga jika orang tua tidak ada. Setelah disetujui baru dilakukan pengisian informed consent sebagai akad persetujuan tindakan dan barulah tindakan bisa dilakukan,” ungkap Dr Nieta.

Pemasangan alat bantu pernafasan tersebut kata Dr Nieta harus terpasang dengan baik (terfiksasi) agar jumlah oksigen yang diperlukan oleh pasien dapat terpenuhi.

Sehingga jika kebutuhan oksigen terpenuhi maka masalah segera teratasi dan alat dapat diganti dengan kanul atau selang yang melalui hidung seperti yang terpasang saat ini.

“Kebetulan tadi ayah bayi ada berkunjung dengan salah satu kerabatnya dan Kepala Ruangan sudah menyampaikan kepada orang tua bayi perihal tersebut,” kata Dr Nieta.

“Sekali lagi hal tersebut disebabkan karena halusnya kulit bayi yang mudah lecet dengan pemasangan alat bantu nafasnya. dan itu menjadi bagian dari perawatan dalam ruangan tersebut dan untuk kesalahan atau kelalaian Insyaa Allah tidak kearah sana,” terangnya.

Selain itu, Dr Nieta juga menjelaskan bahwa untuk pasien yang dirawat di ruang ruang perawatan Intensif bayi baru lahir atau ruang NICU, keluarga tidak menginap di ruangan tersebut, biasanya keluarga ada yang menginap atau menunggu di Musollah RSUD namun petugas tetap meminta nomor kontak (HP) yang bisa dihubungi.

Dr Nieta menyayangkan atas informasi yang beredar di media sosial Facebook, tanpa mengetahui jelas duduk perkara serta menyayangkan pula adanya pengambilan dokumentasi tanpa ada persetujuan dari pihak berwenang di Rumah Sakit.

Namun meski demikian Dr Nieta menyampaikan, atas nama manajemen RSUD sumbawa selaku Pimpinan dan Direktur meminta maaf jika pelayanan di RSUD Sumbawa masih jauh dari sempurna.

“Selaku Pimpinan dan atas nama Manajemen RSUD Sumbawa, kami mohon maaf bila pelayanan masih jauh dari sempurna dan kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik dan humanis bagi saudara kita tau tana samawa maupun masyarakat lain yang berobat di RSUD Sumbawa,” ungkap Dr Nieta.

Selain itu, lewat kesempatan ini juga Dr Nieta menyampaikan informasi bahwa dalam 2 minggu kedepan pelayanan di RSUD Sumbawa mungkin terganggu karena akan ada perbaikan dan perombakan jaringan instalasi air bersih PDAM di areal depan dan tengah RSUD karena sudah waktunya melakukan peremajaan instalasi, pungkasnya. (Nuansa)