Ada Apa Dibalik Peningkatan Hubungan China dan Timor Leste ??

oleh -434 Dilihat

nuansantb.com- Ignatius Edhi Kharitas
Presiden Republik Demokratik Timor-Leste José Ramos-Horta melakukan kunjungan kenegaraan ke China pada 28–31 Juli 2024, atas undangan Presiden Republik Rakyat China (RRC) Xi Jinping.

Ini adalah kunjungan resmi pertama yang dilakukan kepala negara Timor Leste ke RRC sejak negara itu memperoleh kemerdekaannya pada Mei 2002.

Sebelumnya, pada 9 September 2023, Presiden Xi Jinping bertemu dengan Perdana Menteri Timor Leste Xanana Gusmão di Hangzhou, China, menjelang pembukaan Asian Games ke-19 yang diselenggarakan di kota tersebut.

Pada kesempatan itu, pemimpin kedua negara bersama-sama mengumumkan peningkatan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis yang komprehensif.

Oleh karena itu, kedua belah pihak akan terus mendorong kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) dan memperkuat upaya kerja sama di empat bidang utama, yaitu revitalisasi industri, pembangunan infrastruktur, swasembada pangan, dan peningkatan taraf hidup masyarakat.

Kedua contoh di atas menunjukkan bahwa meskipun Timor Leste adalah negara termuda di kawasan Asia Tenggara, negara tersebut memiliki arti penting bagi diplomasi RRC di panggung internasional.

Mengapa China sangat antusias dalam menjalin dan mengembangakan hubugan baik dengan Timor Leste…?

Apa dampak peningkatan hubungan kedua negara itu bagi negara-negara tetangga dan kawasan Asia Tenggara…?

Bagaimana sebaiknya Timor Leste perlu menyikapi perkembangan tersebut..?

Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan di atas akan diulas secara singkat.

Bagi China, posisi geografis Timor Leste menjadikan negara itu sebagai sebuah persimpangan penting dengan implikasi strategis, yang dalam bahasa Mandarin disebut dengan yānhóu yào dì (咽喉要地).

Timor Leste adalah negara kecil yang bertetangga dengan dua negara besar, yakni Indonesia dan Australia. Yang lebih penting lagi, Timor Leste berjarak kurang dari 800 km dari Darwin, Australia, di mana sekitar 2.500 tentara marinir Amerika Serikat (AS) bermarkas.

Mengingat kondisi geopolitik tersebut, seperti sudah dijelaskan di awal tulisan ini, China selalu memberi dukungan penuh kepada Timor Leste sejak awal berdirinya.

Indikasi nyata dari hubungan mesra kedua negara terpampang dari serangkaian gedung pemerintahan di ibu kota Timor Leste, Dili, yang dibangun dengan dana hibah dari China Aid, serta bantuan teknis di sektor pertanian, kesehatan, dan militer.

Tak hanya melalui pemberian bantuan pembangunan, China juga menekankan hubungan antar masyarakat (people-to-people/P2P) sebagai pilar hubungan luar negerinya dengan Timor-Leste. Hal ini terwujud dalam komunike bersama pada bulan April 2014 oleh kedua negara untuk membentuk “kemitraan komprehensif.

”Seperti telah diuraikan di awal, level kerja sama bilateral tersebut ditingkatkan menjadi “kemitraan strategis komprehensif” pada September 2023.

Salah satu perwujudan praktis dari diplomasi P2P ini adalah masuknya para migran China ke Timor-Leste, baik sebagai pekerja yang mengerjakan proyek-proyek infrastruktur maupun pebisnis. Pada 2021 saja, diperkirakan sekitar 4.500 hingga 5.000 migran China tinggal di Timor-Leste. (**)