Perwira Polisi Meninggal Dibacok Mantan Residivis Perampokan Di Utan Sumbawa

oleh -125 Dilihat

Sumbawa Besar, Nuansantb.net- (10/07/2020)

Seorang perwira polisi, Ipda. Uji Siswanto yang menjabat sebagai Kepala Unit (Kanit) Reskrim Polsek Utan, meninggal dunia saat menjalankan tugas. Nasib naas menimpa Ayah tiga anak ini akibat diserang oleh seorang mantan residivis kasus perampokan berinisial RH atau Bim yang menjadi terlapor kasus pengancaman.

Korban dibacok setelah mendamaikan RH dan warga berinisial AG sebagai pelapor pengancaman yang terjadi Jumat (10/07/2020) pagi, sekitar pukul 09.30 Wita. Saat itu, korban meninggalkan kantornya untuk menindaklanjuti laporan polisi di Polsek Utan. Sebab, sebelumnya Polsek Utan mendapatkan laporan pengancaman atas salah seorang warga setempat. Dimana yang menjadi terlapor adalah terduga pelaku dalam kasus ini, berinisial RH atau Bim.

Korban kemudian pergi sendirian ke Desa Tengah, Kecamatan Utan. Untuk melakukan mediasi antara pelapor berinisial AG dan terlapor berinisial RH alias Bim. Setelah selesai melakukan mediasi, korban hendak kembali ke kantor. Namun, sebelum kembali, korban berencana mampir ke rumah mertuanya di desa setempat.

Setibanya di perempatan jalan, korban bertemu dengan RH alias Bim. Keduanya sempat terjadi perbincangan antara korban dengan RH yang saat itu korban masih berada di atas sepeda motornya. Kemudian tanpa di duga RH langsung menyerang korban menggunakan senjata tajam. Akibatnya, korban menderita luka di belakang telinga sebelah kanan, pipi sebelah kanan, punggung, tangan dan pergelangan kakinya.

Orang tua RH yang berada di lokasi lantas melerai keduanya dan warga yang melihat kejadian tersebut, langsung menghubungi polisi. Sementara korban langsung dilarikan ke puskesmas setempat, untuk mendapat penanganan medis. Sedangkan RH lari meninggalkan TKP.

Meski sempat dirawat di puskesmas Utan, namun korban yang dalam keadaan kritis lantas dirujuk ke RSUD Sumbawa saat itu juga. Di perjalanan menuju IGD RSUD Sumbawa, Korban menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 12.40 Wita.

Menurut informasi, RH merupakan residivis kasus perampokan gaji guru pada 2008 lalu dan dia telah menjalani hukuman selama 2,5 tahun (Dua tahun setengah) di Lapas Kelas II Sumbawa dan RH diketahui sering bolak balik Batam, Malaysia dan Jakarta.

Kapolres Sumbawa, AKBP. Widy Saputra, SIK,. dalam keterangan Persnya membenarkan kejadian tersebut. Dimana korban diserang setelah melakukan mediasi untuk mencari jalan keluar masalah yang dihadapi AG dan RH.

Lanjut Kapolres, pihaknya saat ini sedang memburu terduga pelaku yang telah diketahui identitasnya dengan mengerahkan Tim PUMA. Fotonya pun telah disebar serta pintu keluar sumbawa dari wilayah perbatasan timur dan barat ditutup serta seluruh Kapolsek ikut memback-up pencarian. Kapolres juga meminta kepada masyarakat yang melihatnya agar segera melaporkan kepada polisi.

Saat ini jenazah almarhum masih berada di RSUD Sumbawa untuk dilakukan otopsi guna mencaritau penyebab pasti kematian korban dan pihaknya masih menunggu dokter dari Mataram.

Keluarga besar Polres Sumbawa sangat berduka, korban selama menjalankan pengabdian sebagai Polisi, dikenal sangat ulet dan baik serta dekat dengan masyarakat. Setiap acara maupun pertemuan dengan masyarakat selalu menyempatkan diri untuk hadir.

“Kematian korban menjadi pukulan bagi kami dan kami kehilangan anggota yang memiliki dedikasi tinggi dalam melaksanakan tugasnya sebagai abdi negara yang selalu melayani dan sigap setiap ada pengaduan dari masyarakat,” tutup Kapolres. (Nuansa/01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.