Sebaran Kasus DBD 2021 Terbanyak di Kecamatan Sumbawa

oleh -222 Dilihat
oleh

Sebaran Kasus DBD 2021 Terbanyak di Kecamatan Sumbawa

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Mengawali tahun 2021 telah tercatat ada sebanyak 35 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Sumbawa dan hal ini harus diwaspadai serta disikapi dengan serius oleh pemerintah akan dampak dan bahayanya bagi masyarakat.

Kabid Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinas Kesehatan Kabupaten Sumbawa – Agung Riyadi, yang dikonfirmasi media ini, Rabu (10-02-2021) menjelaskan, jumlah kasus DBD yang paling banyak sebarannya berada di wilayah kota atau Kecamatan Sumbawa. Yaitu sebanyak 16 kasus.

Kemudian disusul Kecamatan Moyo Hilir 6 kasus, Labuhan Badas 5 kasus, Plampang 3 kasus, Lape 1 kasus, Lopok 1 kasus, Moyo Hulu 1 kasus, Lunyuk 1 kasus, dan Alas Barat 1 kasus.

Lanjut Agung (sapaan akrabnya), kasus tertinggi terjadi di wilayah kota karena berkaitan dengan lingkungan yang padat dan banyak sampah. Sehingga tempat perindukannya tersedia atau sangat tergantung sesuai prilaku keseharian masyarakat.

“Sebagai perbandingan, Tahun 2020 lalu, total kasus DBD mencapai 400 kasus di Kabupaten Sumbawa. Paling banyak terjadi di Kecamatan Empang yakni 109 kasus. Bahkan sudah ditetapkan berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) pada saat itu. Sementara kasus kedua terbanyak terjadi di Kecamatan Sumbawa dengan 99 kasus. Beruntung tidak ada kasus yang meninggal,” jelasnya.

Sedangkan di Januari tahun 2021 ini ada 32 kasus. Sekarang sudah seminggu lamanya masuk bulan Februari, baru 1 kasus. Semoga tidak ada peningkatan dan jika merujuk ke tahun 2020 maka tahun 2021 ini tidak separah tahun lalu

“Jika melihat kejadian di tahun 2020 lalu, puncak kasus DBD terjadi di bulan Februari hingga Maret. Kalau kemarin bulan Februari sudah mulai berkurang hujan. Sekarang bulan Februari masih ada hujan. Kayaknya nanti akan berpindah ke Bulan Maret puncak,” ungkap Agung.

Meski demikian mudah-mudahan tidak sampai mencapai puncak. Cukup di kasus yang ada dan bisa kita tekan. Supaya tidak sampai seperti tahun 2020 lalu Februari mencapai 145 kasus.

“Kami berharap masyarakat dapat menjaga kebersihan lingkungan. Brantas Sarang Nyamuk dengan 3M plus. Selalu pantau keberadaan jentik. Jika ada jentik di lingkungan kita itu artinya ada tempat perindukannya. Di mana tempat perindukan itulah yang harus dibersihkan. Kalau hal tersebut bisa dilakukan, kami yakin kejadian DBD bisa kita kurangi,” tutupnya. (Nuansa/adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.