Sumbawa Besar, nuansantb.com- Anggota DPRD Sumbawa yang berasal dari Dapil II Sumbawa meliputi Kecamatan Lape, Lopok, Moyo Hulu, Lenangguar, Lantung, Ropang, Orong Telu dan Lunyuk, banyak menjaring aspirasi masyarakat dalam kegiatan resesnya, 8-9 Februari 2021 lalu. Segudang aspirasi itu dilaporkan melalui Sidang Pertama DPRD Sumbawa, Selasa (23/02) lalu.
Juru Bicara Dapil II, Muhammad Yasin Musamma, S.AP melaporkan bahwa kegiatan Reses Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa tersebut digelar, dalam rangka pelaksanaan tugas dan fungsi Anggota DPRD sebagaimana yang diamanatkan dalam Tata Tertib DPRD Kabupaten Sumbawa sehingga dapat melahirkan produk kebijakan daerah.
Untuk melahirkan Produk Kebijakan Daerah yang berkualitas tentunya lahir dari kolaborasi antara regulasi yang diterapkan pemerintah dan partisipasi publik melalui berbagai pola pendekatan pembangunan. “Ini pertanggungjawaban kami secara moral dan politik kepada konstituen di daerah pemilihan sebagai perwujudan perwakilan rakyat di daerah dalam pemerintahan,” kata Yasin Musamma, akrab politisi Demokrat ini disapa.
Anggota DPRD dari Dapil II ungkap Jubir, banyak mendapatkan masukan aspirasi masyarakat terkait dengan beberapa infrastruktur vital seperti jalan dan jembatan, dan juga aspirasi di sektor pendidikan, kesehatan, pelayanan, pertanian dan peternakan. Untuk kemudian dapat diakomodir dalam bentuk program kerja yang nantinya diharapkan dapat diimplementasikan dalam bentuk program dan kegiatan perangkat daerah pada penganggaran tahun rencana.
“Secara umum sebagian besar aspirasi masyarakat lebih mengarah kepada bentuk fisik, karena manfaatnya dapat dilihat dan dirasakan langsung oleh masyarakat, seperti pembuatan jalan, jembatan, pengadaan alat mesin pertanian (alsintan) serta dalam bentuk lainnya. Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan persoalan pupuk bersubsidi yang semakin langka dan harganya semakin tinggi, hal ini sangat meresahkan para petani yang kesulitan memenuhi kebutuhan pupuknya. Untuk itu, kami meminta pemerintah daerah melalui perangkat daerah terkait agar menanggulangi dan mengatasi persoalan itu,” ungkap Yasin.
Secara spesifik, aspirasi itu meliputi pembangunan sumur bor air bersih, pembangunan sumur bor pertanian, bak penampung air (kantong air), saluran drainase, saluran irigasi dan chekdam. Perbaikan jalan utama, pembangunan jalan lingkungan, pembangunan jalan usaha tani, peningkatan jalan produksi, pembangunan aula kantor camat, pembangunan pagar belakang rumah dinas camat, normalisasi sungai, pembangunan tembok pagar dan lokal sekolah, pembangunan tempat ibadah, pembangunan balai pertemuan/gedung serba guna, serta pembangunan gedung dan sarana prasarana olahraga.
Aspirasi lainnya adalah pengadaan bibit ternak seperti kambing, sapi, kerbau, dan kuda, pengadaan alat pertanian seperti alat panen combine harvester, handtracktor, mesin air dan misblower, pengadaan mobil pemadam kebakaran, pengadaan mesin bud dan jaring ikan untuk nelayan, pengadaan benih berkualitas, pupuk bersubsidi, memberikan pelatihan dan bantuan modal usaha bagi kelompok masyarakat.
Kemudian memberikan pelatihan dan bantuan alat bengkel, bantuan peralatan atau sarana dan prasarana untuk usaha kecil menengah (UKM), penambahan armada pengangkut sampah (roda tiga) di tiap-tiap kecamatan, penyelesaian Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan lainnya.
Selanjutnya, pengadaan komputer untuk Sekolah, paving blok halaman sekolah, pemberian dan penambahan fasilitas ibadah, penambahan alat kesehatan, puskesmas, Postu dan Posyandu. Pemberian penanganan khusus bagi penyandang cacat dan orang yang mengalami gangguan kejiwaan. Pemberian bantuan dana untuk pengembangan lembaga baik lembaga pendidikan maupun lembaga sosial, yayasan, dan sekolah negeri maupun swasta serta pembebasan lahan untuk tanah makam.
“Jika dilihat dan dicermati hasil reses I di desa dan kecamatan sasaran, dapat disampaikan bahwa masih terdapat banyak persoalan yang perlu disikapi secara bersama-sama baik oleh pemerintah daerah sebagai leading sektor maupun DPRD sebagai lembaga kontrolnya. Pemerintah Daerah secara bersama-sama dengan DPRD harus memiliki kesepahaman dan harapan yang sama dalam membangun daerah,” jelasnya.
Untuk diketahui, anggota DPRD Sumbawa Dapil II Sumbawa adalah Nanang Nasiruddin, S.AP. (Fraksi PKS), Ahmadul Kusasi, SH. (Fraksi Partai Golkar), Edy Syarifuddin (Fraksi Partai NasDem), H. Mustajabuddin, S.Sos. (Fraksi PAN), Hasanuddin, SE. (Fraksi PKB), Sukiman K, S.Pd.I. (Fraksi PKB), Ahmad Adam (Fraksi PPP), Saripudin, S.Pd. (Fraksi Partai Gerindra), Muhammad Yasin Musammah, S.AP. (Fraksi Partai Demokrat), dan I Nyoman Wisma (Fraksi PDI-Perjuangan). (Nuansa/adv)

![facebook_1744805024137_7318242691961203026_copy_640x516[1]](https://nuansantb.com/wp-content/uploads/2025/04/facebook_1744805024137_7318242691961203026_copy_640x5161-148x111.jpg)
![IMG_20250414_210217_copy_640x424[1]](https://nuansantb.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250414_210217_copy_640x4241-148x111.jpg)
![IMG_20250414_210238_copy_640x374[1]](https://nuansantb.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250414_210238_copy_640x3741-148x111.jpg)
![IMG_20250414_220346_copy_640x509[1]](https://nuansantb.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250414_220346_copy_640x5091-148x111.jpg)
![IMG_20250413_142545_copy_640x574[1]](https://nuansantb.com/wp-content/uploads/2025/04/IMG_20250413_142545_copy_640x5741-148x111.jpg)