Telan Anggaran 1,7 Triliun, Bendungan Megah Beringin Sila Diresmikan Presiden Jokowi

oleh -201 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Setelah sempat tertunda pada tanggal 20 Desember lalu, akhirnya Presiden Republik Indonesia, Ir Joko Widodo, meresmikan bendungan Beringin Sila, di Kecamatan Utan, Kabupaten Sumbawa, Kamis (29/12/2022).

Salah satu bendungan termegah di Nusa Tenggara Barat ini, Pembangunannya mulai dilakukan sejak Januari 2019 dengan biaya sebesar Rp 1,721 Triliun.

Dari pantauan media ini, Presiden Jokowi bersama Ibu Iriana, tiba di Bendungan Beringin Sila menggunakan helikopter TNI usai kunjungan kerja di Kabupaten Bima.

Presiden Jokowi tiba di lokasi, didampingi Gubernur NTB Doktor Zulkieflimansyah dan Menteri PUPR yang kemudian langsung meninjau bendungan dan meresmikan secara resmi Bendungan Beringin Sila.

Presiden dan rombongan kemudian bertemu para petani yang selanjutnya melepas ribuan ekor bibit ikan gabus, patin dan gurami.

Pada kesempatan tersebut, Presiden Jokowi mengatakan, ada sebanyak 35 bendungan yang dibangun di Indonesia dan telah selesai dalam 8 tahun ini.

“Ada 6 bendungan yang dibangun di NTB sudah selesai 4 bendungan dan sisa dua bendungan lagi yang ditargetkan rampung tahun depan,” ujar presiden.

Bendungan ini, kata presiden, merupakan salah satu bendungan di indonesia yang dibangun dalam rangka mewujudkan pemerataan pembangunan infrastruktur untuk mendukung ketahanan air dan ketahanan pangan nasional.

“Dengan adanya suplai air yang kontinyu dari bendungan, petani di sumbawa yang sebelumnya hanya satu kali tanam setahun dapat menanam dua hingga tiga kali tanam setahun,” katanya.

Bendungan Beringin Sila merupakan salah satu dari 6 bendungan Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dibangun di NTB.

“Di samping Bendungan Beringin Sila, lima bendungan lainnya yakni Bendungan Tanju, Bendungan Mila, Bendungan Meninting, Bendungan Bintang Bano, dan Bendungan Tiu Suntuk,” jelas Mantan Gubernur DKI ini.

Adapun desain dan konstruksi bendungan Beringin Sila yakni setinggi 70,5 meter, dengan panjang 787,58 meter dan lebar puncak 12 meter.

Sementara, total kapasitas tampungan bendungan sebanyak 27,46 juta meter kubik dengan luas genangan sebesar 126 hektare dan akan mengairi lahan seluas 3.500 hektare serta menghasilkan air baku sebesar 76 liter per detik.

“Kehadiran bendungan ini akan memberikan banyak manfaat terutama untuk pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) sebesar 1,4 mega wat, reduksi banjir sebesar 90,37 meter kubik per detik, serta berpotensi sebagai tempat pariwisata, perikanan tangkap dan tempat konservasi,” pungkas Presiden. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.