Penanganan Stunting di Sumbawa Diapresiasi Menko PMK RI

oleh -258 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Prof. Dr. Muhadjir Effendy melaksanakan kunjungan kerja di Kabupaten Sumbawa, Kamis (12/01/2023).

Kehadiran mantan Mendikbud ini, disambut hangat Bupati Sumbawa, Drs. H. Mahmud Abdullah, Wakil Bupati Sumbawa, Hj. Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd, (Mo-Novi), Ketua DPRD Kab. Sumbawa, Anggota Forkopimda, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Camat dan segenap pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Sumbawa.

Dalam arahannya, Prof. Muhadjir mengatakan bahwa pemberian tablet penambah darah sangat baik untuk meminimalisir potensi anemia yang berakibat pada kesehatan dan prestasi siswa di sekolah.

Selain itu, lanjutnya, pemberian tablet tambah darah juga merupakan upaya untuk mempersiapkan kesehatan remaja putri pada saat sebelum menjadi seorang Ibu, sehingga nantinya akan melahirkan generasi yang sehat dan cerdas serta terbebas dari stunting.

Guna mengetahui keadaan penanganan stunting di kabupaten sumbawa, Prof. Muhadjir meninjau Puskesmas Kerato sambil mengecek pemanfaatan bantuan alat USG yang sudah tersebar di Puskesmas-Puskesmas seluruh Indonesia, terutama yang digunakan untuk mendeteksi keadaan janin para Ibu Hamil dalam program cegah stunting.

Menurut Prof. Muhadjir, dengan adanya bantuan alat USG ini para Dokter di Kab. Sumbawa dapat lebih mudah mengetahui kondisi janin seperti panjang janin, diameter kepala, dan mengetahui potensi janin gagal tumbuh serta apakah adanya potensi stunting.

Usai dari Puskesmas Kerato, Prof. Muhadjir bergerak ke Desa Labuhan Sumbawa yang menjadi salah satu lokus stunting di Kab. Sumbawa tahun 2023 dengan jumlah keluarga beresiko stunting mencapai 861.

PenangananDi Desa Labuhan Sumbawa ini Prof. Muhadjir berkesempatan berdialog dengan sejumlah keluarga beresiko stunting dan terindikasi mengalami kemiskinan ekstrem. Selain berdialog, Prof. Muhadjir juga menyerahkan sejumlah bantuan.

Pada kesempatan itu, Prof. Muhadjir mengatakan bahwa kondisi stunting di Kabupaten Sumbawa masih termasuk tinggi, namun Ia mengapresiasi berbagai langkah dan upaya yang dilakukan Pemerintah Daerah bersama dengan Pemerintah Desa dan warga masyarakat untuk mempercepat penanganan stunting telah dilaksanakan dengan cukup baik.

Menurutnya target penurunan stunting secara nasional yang ditetapkan Presiden RI sebesar 14% diharapkan juga bisa tercapai di Kab. Sumbawa.

“Program penurunan angka stunting dan penghapusan kemiskinan ekstrem merupakan program nasional yang menjadi bidang dan tanggung jawab Kemenko PMK,” jelas Prof Muhadjir.

Dari kedua program tersebut jelasnya, sangat terkait dengan bidang pendidikan, sehingga apabila pendidikan berjalan dengan baik dan siswa-siswi terdidik dengan baik, maka dapat memberi peluang besar untuk memberantas kemiskinan ekstrem dan menurunkan angka stunting, pungkasnya. (Nuansa/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.