Wabup Sumbawa Launching Lumbung Pangan di Kecamatan Utan

oleh -357 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Wakil Bupati Sumbawa, Hj Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd,. melaunching operasional RMU dan Bed Drayer di kelompok lumbung pangan masyarakat Gapoktan Tenri Untung di Desa Jorok Kecamatan Utan, Selasa (07/03/2023).

Turut hadir pada launching tersebut Kepala Dinas Pangan Kabupaten Sumbawa – Ir Irin Wahyu Indarni, Anggota DPRD Sumbawa Fraksi Golkar, Berliyan Rayes, S.Ag,. MM.Inov,. Camat Utan, Forkompinca, Kades Jorok dan pengurus Gapoktan.

Pad kesempatan tersebut, Wakil Novi sapaan akrabnya, menyampaikan bahwa, sektor pertanian memiliki peranan yang sangat penting dan strategis dalam pembangunan daerah dan nasional.

Pembangunan di bidang pertanian kata Wabup, merupakan salah satu prioritas utama yang dilakukan di Kabupaten Sumbawa, hal ini telah dilakukan melalui beberapa program yang berasal dari pemerintah Kabupaten, provinsi maupun pusat dalam hal ini berdasarkan potensi yang ada untuk membangun pertanian di Kabupaten Sumbawa.

Tantangan dalam penyediaan pangan salah satunya adalah pemenuhan pangan bagi penduduk kabupaten Sumbawa yang saat ini mencapai 519.564 jiwa dan diperkirakan terus bertambah.

“Perlu adanya strategi untuk peningkatan produksi pangan khususnya beras agar kebutuhan bisa terpenuhi salah satunya dengan revitalisasi penggilingan padi sekaligus bagi inovasi dryer padi untuk meningkatkan kualitas dan nilai jual gabah atau beras petani,” ujar Wabup.

Lanjut Wabup, dengan adanya fasilitas RMU dan Bedrayer di LPM (Lumbung pangan masyarakat) Tenri untung ini diharapkan dapat tercipta sistem pergudangan yang terintegrasi antara pengering dan penggilingan.

Bahkan di bangunan, bisa langsung dilakukan pengemasan, ada timbangan digital yang bisa dimanfaatkan sehingga bisa langsung dikemas. Hal ini dimaksudkan agar alur pengeringan dan penggilingan padi menjadi terintegrasi dalam satu alur sehingga lebih efektif dan efisien.

“Harapannya ke depan, Desa jorok, Kecamatan Utan, ini dapat memiliki produk tersendiri dalam bidang pertanian,” ungkapnya.

Selain itu pembangunan LPM (lumbung pangan masyarakat) ini juga dihajatkan sebagai tempat penyimpanan cadangan pangan yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan untuk mengantisipasi/menanggulangi kondisi rawan pangan yang disebabkan bencana musim paceklik atau gagal panen di lingkungan kelompok dan masyarakat sekitar.

Ke depan apabila pengelolaan LPM Tenri untung ini dapat berjalan optimal, pemerintah daerah melalui dinas ketahanan pangan akan memberikan penguatan modal pada tahap berikutnya.

Sedangkan bagi kelompok yang bermasalah penguatan modal akan dihentikan, hal ini agar LPM benar-benar dapat dikelola dengan baik, tidak sekedar untuk meningkatkan volume stok cadangan pangan tetapi juga dalam rangka meningkatkan fungsi kelembagaan cadangan pangan masyarakat dalam penyediaan pangan secara optimal, jelas Wabup.

Sementara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan kabupaten Sumbawa dalam laporannya mengatakan, Pembangunan lumbung pangan masyarakat dihajatkan untuk sebagai tempat penyimpanan cadangan pangan yang bertujuan untuk pemenuhan kebutuhan pangan dan mengantisipasi/menanggulangi kondisi rawan pangan transien/sementara di lingkungan kelompok dan masyarakat sekitar.

Selain itu untuk meningkatkan ekonomi dan kesejahteraan anggota kelompok tani yang tergabung dalam gabungan kelompok Tani (Gapoktan) dan masyarakat sekitar melalui usaha ekonomi produktif.

Kelompok LPM penerima manfaat antara lain Gapoktan Tenri untung Desa jorok Kecamatan Utan, Gapoktan Menir Raboran Desa Marga karya Kecamatan woyo Hulu, Gapoktan kompal Niat Desa Semambung Kecamatan Moyo Hulu.

Jenis bantuan yang diterima masing-masing kelompok LPM terdiri dari, pembangunan gudang lumbung pangan (Dana DAK secara swakelola), pembangunan rumah RMU (Dana DAK secara swakelola).

Kemudian, pembangunan Lantai Jemur (Dana DAK secara swakelola), pengadaan RMU (Dana DAK secara E- Catalog), Pengadaan Bed Drayer (Dana DAK secara E – Katalog), pengisian penguatan modal lumbung pangan masyarakat masing-masing sebesar 100 juta Rupiah per lumbung pangan dari dana APBD 2, terang Kadis.

Pengisian penguatan modal LPM dibutuhkan sebagai modal kelompok untuk membeli bahan pangan berupa gabah/beras untuk stok cadangan pangan kelompok dan untuk pengembangan kelompok berupa usaha ekonomi produktif, tutupnya. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.