Harga Komoditas di Sumbawa Anjlok, Wabup Novi Datangi Badan Pangan Nasional

oleh -367 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Bahas masalah komoditas yang ada di pulau Sumbawa khususnya Kabupaten Sumbawa, Wakil Bupati Sumbawa Dewi Noviany, S.Pd., M.Pd,. didampingi Kepala Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian Sumbawa mendatangi Kepala Badan Pangan Nasional (BPN).

Kedatangan Wabup Novi disambut baik Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi dengan langsung menggelar rapat terbatas bersama jajarannya di Kantor Kementrian Pertanian Jakarta, Kamis (19/05/2022).

Dalam rapat tersebut Wabup banyak membahas mengenai komoditas di Pulau Sumbawa diantaranya seperti Beras dan Jagung yang menjadi komoditi utama hampir di setiap daerah di Pulau Sumbawa khususnya Kabupaten Sumbawa.

Menurut Wabup, perkembangannya yang pesat membuat pemerintah daerah mengeluarkan sebuah kebijakan, yaitu zonasi dan pengawasan penggunaan lahan untuk menanam jagung.

Untuk menguatkan hal tersebut, Wabup Novi mempresentasikan beberapa point penting terkait kondisi daerah Sumbawa saat ini. Diantaranya harga Gabah dan Jagung yang anjlok, berdasarkan data, harga per kg gabah berkisar Rp. 3.200 hingga Rp 3.400, sedangkan harga Jagung juga turut anjlok sekitar Rp 3.800 hingga Rp 4.200 per kg nya.

Terkait upaya yang dilakukan, Wabup menyampaikan untuk menjaga kestabilan harga Gabah dan Jagung pada masa panen raya selama tahun 2022,

“Kami telah melakukan berbagai upaya diantaranya penyampaian usulan perubahan kebijakan beras sejahtera agar kembali dibeli bulog, kunjungan lapangan terkait proses distribusi beras dari Sumbawa ke NTT yang telah kami lakukan bersama distributor,” jelasnya.

Adapun kendala yang dihadapi terkait komoditi jagung, gudang penyimpanan yang penuh, loading distribusi memerlukan waktu yang lama, dan juga masalah transportasi yang dialami oleh distributor.

Selain beberapa hal di atas, Wabup juga menyampaikan masalah akses untuk pendistribusian ternak, khususnya sapi berskala nasional yang membutuhkan waktu yang lama, dan kendala pengurusan izin, ujar Wabup dihadapan Kepala Badan Pangan Nasional.

Dalam rapat tersebut Wabup Novi, mengharapkan dukungan dari Badan Pangan Nasional sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat ke pemerintah daerah diantaranya Pasokan benih dan pupuk, serta obat-obatan menjelang panen tiba dan peran BULOG dan BUMN sangat diperlukan.

Disamping hal itu, untuk mendukung produktifitas bahan pangan di atas, maka perlu adanya penambahan kuantitas dan perawatan sarana dan prasarana karena berdampak kepada penjualan kedua komoditi tersebut.

Wabup Novi juga berharap agar Badan Pangan Nasional dapat memfasilitasi program MAKMUR (Mari kita Majukan Usaha Rakyat) BUMN Holding Pangan terimplementasi di Kabupaten Sumbawa.

Sementara itu, Kepala Pangan Arief Prasetyo Adi menyampaikan, mengingat sekarang zaman digitalisasi, maka bisa dilakukan dengan membuat web pangan agar tetap bisa mengakses dan memperbarui harga pangan dengan cara melakukan pengiriman informasi beserta pembaharuannya secara berkala.

Jika hal ini dilakukan lanjut Arief, maka para petani jagung dan padi dapat memantau harga serta mengatur ekpektasi dan spekulasi mereka dalam proses jual – beli dan ini berdasarkan Perpres nomor 66 tahun 2021, ada 3 point, diantaranya ketersediaan pangan, kerawanan pangan dan gizi serta keanekaragaman konsumsi, ungkapnya.

“Seperti yang disampaikan tadi dalam setahun, Sumbawa menghasilkan 6 ton gabah per hektar, sementara jagung dan kedelai di atas 3 ton per hektar dan garam 92 % Nacl maka berdasarkan Perpres di atas badan pangan diberikan tugas dan beberapa tanggung jawab, seperti penetapan stabilisasi harga pangan, penetapan kewenangan distribusi, pangan (termasuk ekspor), cadangan pangan pemerintah, penerapan harga bahan pangan, dan rafraksi harga (diskon). PT. Bulog ditugaskan untuk membuat ID Food Bulog”, tambahnya.

Rapat juga dihadiri oleh Kepala Pusat ketersediaan dan Kerawanan Pangan, Andriko Noto Susanto, Kepala Pusat Distribusi dan Akses Pangan, Risfaheri dan Koordinator Harga Pangan, Rachmi Widiriani. (Nuansa/**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.