Penguatan Kapasitas Fasda dan Pengawas Merdeka Belajar di Kabupaten Sumbawa

oleh -260 Dilihat

Sumbawa, nuansantb.com- Dalam rangka implementasi kurikulum merdeka, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa, Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, dan STKIP Paracendekia NW Sumbawa dengan dukungan INOVASI menggelar pelatihan trainer of trainer (ToT) bagi Fasilitator Daerah (Fasda) di Kabupaten Sumbawa pada Kamis dan Jumat (9-10 Juni 2022) bertempat di Sumbawa Grand Hotel.

Acara ini dibuka oleh Sekretaris Dikbud Kabupaten Sumbawa, Budi Sastrawan MSi., Menurut Budi, kurikulum merdeka ini menjawab tantangan di era 4.0 agar guru, kepala sekolah dan pengawas mampu beradaptasi dengan perubahan zaman.

Harapannya, semoga dengan pelatihan peningkatan kapasitas trainer fasilitator merdeka belajar ini dapat meningkatkan kualitas pendidikan dalam hal literasi, numerasi dan pendidikan karakter siswa di Kabupaten Sumbawa.

“Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan bisa diimbaskan ke banyak guru pada jenjang Paud, SD, dan SMP,” seraya mengucapkan terima kasih kepada INOVASI NTB atas dukungan selama ini dalam membantu proses pemulihan pembelajaran di Kabupaten Sumbawa.

Distric Officer INOVASI NTB Erni menyampaikan, profesi kependidikan harus terus meningkatan kapasitas diri secara terus menerus melalui pelatihan, seminar, atau kegiatan lainnya.

Inovasi akan mendukung peningkatan kapasitas tenaga pendidik melalui serangkaian pelatihan. Contohnya pelatihan yang dilaksanakan kali ini, dalam rangka menjembatani peningkatan kapasitas bapak-ibu fasilitator daerah (fasda) dan pengawas dalam melaksanakan kurikulum merdeka.

“Hal-hal apa yang bisa kita lakukan bersama, agar mutu pendidikan di Kabupaten Sumbawa semakin meningkat,” kata Erni.

Selanjutnya dijelaskan, implementasi kurikulum merdeka sedang hangat dibicarakan. Meski ada pro dan kontra terkait kurikulum ini. Sehingga sebagai Fasda dan pengawas, bapak/ibu akan menjadi role model dalam memberikan pencerahan terkait KM.

“Bagaimana nantinya dalam implementasi kurikulum merdeka kita bisa menemukan solusi lokal untuk masalah lokal dalam pembelajaran literasi, numerasi maupun pendidikan karakter,”

Seraya mengucapkan terima kasih kepada bapak ibu Fasda yang telah melakukan praktik baik selama ini dalam proses pembelajaran di lapangan.

Pelatihan ini merupakan rangkaian dari dukungan implementasi dalam implementasi Kurikulum Merdeka.

Sebanyak 45 peserta mengikuti dua hari pelatihan yang berasal dari unsur tenaga pendidik dan kependidikan yang datang dari berbagai wilayah di Kabupaten Sumbawa.

Sutarman SPd., salah satu pemateri mencoba merefleksikan kepada peserta penyebab kenapa capaian literasi, numerasi dan karakter dalam raport pendidikan Kabupaten Sumbawa masih rendah.

Menurut salah satu peserta, Aminah MPd mengatakan, rendahnya motivasi menjadi faktor penyebab rendahnya capaian literasi, numerasi dan karakter di Kabupaten Sumbawa.

“Karena motivasi itu dapat mempengaruhi proses pembelajaran baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.

“Motivasi yang paling besar pada pelatihan kali ini yaitu dari inspirasi semua peserta atas praktik baik yang sudah dilakukan,” semoga seterusnya metode ini bisa diterapkan di lapangan.

Selanjutnya, Sahra Mastar MPd menambahkan, media pembelajaran yang digunakan guru masih konvensional sehingga mempengaruhi proses pembelajaran.

Dihari pertama, para peserta mendapatkan materi konsep PDIA yaitu bagaimana menemukan solusi lokal untuk masalah lokal, pembelajaran literasi berbasis level kemampuan siswa dan tantangan dalam implementasi kurikulum merdeka.

Di hari kedua, peserta diberikan pembekalan yang lebih mendasar terkait potensi diri guru dan peserta didik. Tiga materi dihadirkan dengan judul “Growth Mindset (Pikiran Berkembang), Apa dan Mengapa Literasi, Numerasi, dan Karakter”, pentingnya suvervisi bagi kepala sekolah, serta “Menjadi Guru Mandiri” dengan pembuatan akun di NTB Belajar.

Rangkaian materi yang diberikan pada pelatihan ini membuka kesempatan yang lebih luas bagi para fasda pembelajaran untuk melakukan diskusi dan refleksi terhadap praktik mengajar yang diterapkan sampai dengan tantangan yang akan dihadapi di sekolah. (Nuansa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.