RAPIMDA, KAMMI Soroti Pendidikan di Sumbawa yang Mulai Mengkhawatirkan 

oleh -376 Dilihat

Sumbawa Besar, nuansantb.com- Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sumbawa menggelar Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) KAMMI Sumbawa, Ahad (11/06/2023).

Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Rapat DPRD Kabupaten Sumbawa ini mengangkat tema “Revitalisasi Gerakan Mewujudkan Kesatuan yang Gemilang” yang diikuti pimpinan pengurus daerah hingga komisariat KAMMI se-Sumbawa.

KAMMIKetua Pengurus Daerah KAMMI Sumbawa, La Ode Agustamil, mengatakan, rapat pimpinan daerah ini sebagai bentuk konsolidasi merapatkan barisan, menguatkan elemen organisasi baik tingkat daerah maupun komisariat.

“Ini adalah salah satu bentuk responsive KAMMI dalam pengawalan isu-isu atau kebijakan pemerintah Kab. Sumbawa di tuangkan dimeja RAPIMDA kali ini,” ujarnya.

Selain itu lanjut La Ode, momentum RAPIMDA juga untuk pengarahan kader mensolidkan barisan, sebagai bentuk gerakan responsive KAMMI Sumbawa menanggapi persoalan daerah khususnya Kab. Sumbawa.

Ada beberapa persoalan yang diangkat dalam RAPIMDA kali ini diantaranya, terkait sarana prasaran dan infrastruktur akses pendidikan pelosok sumbawa, maraknya kenakalan remaja dan kekerasan seksual yang mulai merambat dunia Pendidikan kabupaten sumbawa sebagaimana yang virall belakangan ini adanya dugaan pencabulan 29 santri oleh pimpinan pondok pasantren di labangka, Sumbawa, NTB.

“Kita akui adanya perbaikan kualitas pendidikan terbukti dengan Data yang dirilis oleh BPK NTB dari tahun 2020-2022 terhadap Angka partisipasi murni dari jenjang SD,SMP dan SMA yang mengalami peningkatan walaupun angka partisipasi sekolah penduduk 7-18 tahun cenderung stagnan”, terangnya

Sementara, akses infrastruktur jalan yang tidak mendukung untuk dilewati seperti Orong Telu, Batulanteh dan daerah pelosok lainnya menghambat proses pengawasan dan pemantauan berjalannya pembelajaran bagi siswa.

Atas kondisi tersebut, KAMMI Sumbawa terus mendorong dan mengingatkan pemerintah agar senantiasa memberikan perhatian dan pengawalan khusus terhadap kualitas pendidikan yang ada di daerah pelosok sumbawa.

Kemudian, maraknya kenakalan remaja menjadi sorotan dunia pendidikan sumbawa dan KAMMI mempertanyakan seberapa efektif implementasi dan pengawasan pendidikan karakter yang telah digaungkan dari tahun 2021 dengan diterbitkan PERBUP Nomor 31 tahun 2021.

“Para orang tua wali murid merasa cemas terhadap kasus kekerasan seksual di lingkungan Pendidikan, karena semua orang bisa jadi korban. Pemerintah harus segera mencari skema untuk menghentikan hal tersebut agar orang tua menjadi tenang dalam melepas anak-anaknya dalam menimbah ilmu di sumbawa ini,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.